Ratusan Tewas dalam Tragedi Sepak Bola


Para suporter tergencet pada pertandingan Piala FA antara Liverpool lawan Notthingham Forest, 15 April 1989. Jumlah penonton melebihi kapasitas tribun. Akibat kekacauan ini, 96 suporter tewas.

TRAGEDI berdarah yang menewaskan sedikitnya 74 orang seusai laga Al-Ahly versus Al-Masry di Port Said, Mesir, Rabu (1/2/2012), kembali mengiris perasaan. Untuk kesekian kalinya, sepak bola kembali menelan korban karena keteledoran atau motif-motif politik.

Dalam sejarah sepak bola, sudah banyak tragedi yang menyebabkan tewasnya banyak orang. Rata-rata tragedi terjadi karena fanatisme dan amukan suporter, tetapi juga ada unsur keteledoran aparat keamanan atau fasilitas stadion yang sudah tak layak.

Berikut rentetan tragedi sepak bola yang jika korbanya dijumlah mencapai ratusan jiwa.

9 Maret 1946
(Bolton Wanderers vs Stoke City)
Ini partai Piala FA antara Bolton Wanderers dan Stoke City di Stadion Burden Park. Tiba-tiba, tembok tribun runtuh menimpa para penonton. Sebanyak 33 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 400 orang terluka.

24 Mei 1964
(Peru vs Argentina)

Ini pertarungan panas antara Peru dan Argentina dalam kualifikasi olimpiade. Pertandingan digelar di Stadion National, Lima, ibu kota Peru.

Suporter menjadi emosi ketika wasit menganulir gol Peru, dua menit sebelum pertandingan usai. Apalagi, Peru dalam kondisi ketinggalan dan akhirnya kalah. Suporter pun mulai marah dan menyerbu lapangan. Sebanyak 318 orang tewas dan lebih dari 500 terluka.

23 Juni 1968
(River Plate vs Boca Juniors)

Ini derbi terpanas di Argentina, bahkan termasuk yang terpanas di dunia. Namun, ini lebih karena kelalaian petugas lapagan. Para suporter yang ingin meninggalkan stadion melewati jalan yang keliru dan pintunya masih tertutup. Mereka berbalik, tetapi rombongan di belakangnya maju.

Akibatnya, terjadi saling dorong, injak, dan keributan pun makin tak terkendali. Sebanyak 74 orang dilaporkan tewas dan 150 orang terluka.

2 Januari 1971
(Celtic vs Rangers)

Ini juga salah satu derbi terpanas di dunia. Pertandingan dua klub terbesar di Skotlandia itu seperti akan berakhir seri tanpa gol. Semenit sebelum pertandingan usai, Celtic mencetak gol dan suporter Rangers pun kecewa. Mereka pun meninggalkan tribun.

Namun, pemain Rangers, Colin Stein, kemudian mencetak gol penyama kedudukan dan pertandingan berakhir seri 1-1. Namun, sebagian pendukung Rangers yang sudah telanjur kecewa sudah dalam perjalanan keluar.

Terlalu banya penonton yang mencoba keluar dalam waktu hampir bersamaan. Saling desak pun terjadi. Banyak yang jatuh dan terinjak-injak. Akhirnya 66 orang dilaporkan tewas dan 140 orang lebih mengalami cedera.

20 Oktober 1982
(Spartak Moskwa vs Haarlem)

Ini pertandingan Piala UEFA yang paling mengerikan yang digelar di Moskwa, Rusia (dulu masih Uni Soviet). Polisi dinilai menjadi pihak yang bersalah karena memaksa massa keluar melewati jalan sempit, hanya beberapa saat sebelum pertandingan usai.

Ternyata, di detik-detik akhir terjadi gol. Massa yang dalam perjalanan keluar pun kaget dan ingin kembali masuk. Terjadilah kekacauan yang tak terkendali.

Pemerintah Uni Soviet secara resmi mengumumkan bahwa korban tewas sebanyak 61. Namun, versi lain menyebut korban tewas mencapai 300 orang lebih.

11 Mei 1985
(Bradford City vs Lincoln City)

Gara-gara rokok, tribun di Stadion valley Parade tempat pertandingan Bradford City lawan Lincoln City terbakar. Api dengan cepat menyebar dan menyebabkan 56 orang tewas terpanggang.

29 Mei 1985
(Juventus vs Liverpool)

Ini partai final Liga Champions (dulu Piala Champions) paling mengerikan. Suporter Liverpool dan Juventus saling mengejek. Suporter Liverpool kemudian menyerang suporter lawan.

Pertandingan di Stadion Heysel, Brussels, Austria, itu pun berubah kacau. Pagar yang memisahkan suporter kedua kubu roboh. Pertarungan pun terjadi. Sebanyak 39 suporter Juventus dilaporkan tewas.

12 Maret 1988
Kathmandu, Nepal

Setidaknya 93 orang tewas dan 100 orang terluka ketika suporter sepak bola mencoba keluar dari stadion. Ternyata, pintu stadion sebagian besar tertutup sehingga keributan dan saling desak pun terjadi hingga korban berjatuhan.

15 April 1989
(Liverpool vs Notthingham Forest)

Ini tragedi sepak bola terburuk di Inggris. Liverpool melawan Notthingham Forest pada Piala FA di Stadion Hillsborough milik Sheffield.

Polisi khawatir terhadap banyaknya suporter Liverpool di luar stadion. Polisi kemudian membuka gerbang utama untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk masuk. Ternyata, terlalu banyak suporter yang masuk dari gerbang itu dengan cepat. Tribun pun langsung penuh sesak dan keributan terjadi. Banyak suporter yang tergencet atau terinjak. Dilaporkan, 96 suporter Liverpool tewas karena tragedi ini.

16 Oktober 1996
(Guatemala vs Kosta Rika)

Pertandingan Guatemala lawan Kosta Rika di ini menjadi salah satu sejarah kelam sepak bola. Saat pertandingan berlangsung, tribun roboh menyebabkan kekacauan hingga 84 orang tewas.

11 April 2001
(Kaizer Chiefs vs Orlando Pirates)

Pertemuan dua klub ini merupakan  derbi terpanas di Afrika Selatan. Pada 11 April 2001, pertemuan mereka di Stadion Ellis Park diwarnai serbuan hingga menewaskan 43 orang.

30 April 2001
(Lupopo vs Mazembe)

Pertandingan Liga Republik Demokratik Kongo antara Lupopo dan Mazembe diwarnai kerusuhan. Sebanyak 14 orang dilaporkan menjadi korban tewas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: