Tidak Relevan Masih Mengugat Agama dan Tuhan


Sebenarnya, apa sih makna pilihan yang di maksud di sini, terjemahan bebasnya adalah kemampuan kita untuk menentukan dan kemampuan kita untuk memutuskan dan pilihan untuk mengambilnya, melepaskannya atau mengikutinya.

Tapi sayangnya banyak orang merasa “agama” itu turun khusus untuk dirinya, sehingga ia mengatakan ada beberapa peraturan atau kebijakan yang tidak cocok untuknya, tidak cocok untuk sahabatnya, tidak cocok untuk keluarganya. Tidak cocok untuk budaya, tidak cocok untuk masa kini atau tidak cocok untuk masa depan.

Yang harus di pahami “agama” tidak datang untuk manusia yang bernama Jimmy, Umar, Doni, Ahmad atau Erik, tapi “agama” datang untuk semua manusia, yang bernama umat manusia.

Jika anda percaya Tuhan anda berkaki dua silahkan saja, jika anda percaya Tuhan anda adalah penguasa pantai selatan juga silahkan, atau jika Tuhan anda berbentuk mahluk besar memegang gada pun silahkan.

Tidak ada yang memaksa anda percaya juga tidak ada yang memaksa anda untuk tidak percaya. Tapi anda punya hak untuk bertanya dan itu di perbolehkan. Karena akal pikiran yang diletakkan dikepala untuk dipakai berfikir. Bagaimana cara menggunakannya dan seperti apa, itu terserah anda.

Apakah “agama” tidak datang dengan membawa pilihan, dan hanya ada ketaatan? Tentu saja “agama” datang dengan membawa pilihan, sebagaimana ia datang dengan kepatuhan dan ketaatan dalam bingkai “keyakinan” dan seperti dua sisi mata koin, semua hal tersebut juga membawa serta para “penentangan” bersamanya.

Ada beberapa manusia yang mengatakan peraturan agama itu kejam! Ada yang mengatakan undang – undang agama itu tidak manusiawi! Banyak manusia yang mengatakan agama tidak lagi bisa mengikuti jaman! Lalu ada yang mengatakan agama tidak lagi layak berjalan bersama jaman? Benarkah? Tapi mengapa masih percaya hukuman neraka yag sangat pedih dan kejam? Apakah Tuhan bicara atas dasar kemanusiaannya Erik, Johan, Ahmad atau siapa? Ada yang tahu?.

Untuk manusia jaman sekarang, yang lahir dari kemapanan, hidup dalam kemudahan, hidup dengan rasa aman, dan berfikir tanpa rasa takut yang mendalam, apakah anda lahir pada masa agama itu turun dan berhadapan dengan jaman yang menentangnya? Berhadapan dengan kelompok manusia yang berperang terhadapnya? Apakah anda hidup di dalam kondisi sosial tersebut dan mengetahui dengan sangat benar seperti apa keadaannya? Apakah anda juga merasakan dengan sangat dekat kondisi – kondisi yang membentuk masyarakatnya, suku dan masyarakat lebih luas? Apakah anda begitu menguasai budaya di sana pada saat itu?

Tidak bukan, anda dan saya hanya manusia yang lahir di akhir jaman, manusia yang “beriman” tidak secara langsung dengan apa yang kita imankan. Manusia yang belajar dari teks – teks sejarah yang begitu kompleks, belajar memahami budaya dan keadaan yang membentuknya, belajar dan mengkritisi dari berbagai sudut pandang yang ada.

Tapi sayangnya banyak dari kita tak mampu menyerap inti dari keadaan dan permasalahan, alih – alih ingin menjadi pengkritisi yang hebat yang ada malah nyemplung ke “lumpur” kebencian dan “berenang” dalam air yang dangkal.

Apakah anda melihat langsung agama itu turun? Apakah anda melihat Nabi itu turun? Atau anda hidup bersama Tuhan – Tuhan dalam masa wahyu? Atau anda hidup bersama dewa – dewa penjaga? Saya rasa tidak. Anda tidak “mengimani” mereka langsung, sebagaimana orang – orang terdahulu, lalu dengan cara apa anda mengimani? Mendengar dari radio? Kata orang bijak? Kata sahabat? Atau kata siapa?.

Apakah teks agama bisa di ubah, bisa saja, buat dirimu? Atau buat umat manusia? Tentu saja hanya bisa buatmu? Tapi apakah agama itu turun untukmu? Spesial untukmu? Hmp, sepertinya engkau begitu terlalu mengagungkan pikiran dan kecerdasanmu.

Padahal kita hanya manusia di akhir jaman … manusia yang lahir di akhir priode perjalanan “spiritual”, kita mahluk yang mungkin takkan mampu untuk hidup di jaman yang penuh dengan “benturan”, lalu apakah kita begitu “keras” menentang “teks-teks agama” tanpa ilmu pengetahuan?.

Masa akhir jaman ini kita “mengimani” sesuatu dengan cara kita berfikir, berfikir bukan karena rupanya, bentuknya atau dirinya (Tuhan), karena kita takkan mampu untuk merncernanya, sebagaimana kita pun masih dalam keterbatasan untuk mencerna mengapa kita harus bertelinga dan mengapa telinga itu mengarah kesamping tubuh, dan mengapa kita memiliki 2 mata, kenapa tidak 3, dan mengapa kita memiliki lidah dan mengapa hanya satu.

Lalu apakah jaman kita yang sudah memiliki kemajuan teknologi mampu untuk membuat sebuah jari saja yang persis sama dengan apa yang telah di buat Tuhan. Saya rasa kita takkan sanggup untuk membuatnya, walau pun anda dan orang – orang hebat bekerja sama, lalu apakah anda masih mempertanyakan keberadaan Tuhan?

Lalu mengapa kita begitu sombong “mengugat” agama? Mengapa anda begitu sombong “meludah” di atas agama. Saya tidak percaya mengapa ada yang begitu beraninya mengatakan apa yang dia tidak ketahui, pengetahuan yang tidak ia miliki tentang hal itu? Apakah akal yang anda memiliki hanya sebatas untuk “berenang” di air yang dangkal?

Sejauh kita tidak mampu meletakkan sesuatu dengan “sempurna” berdasarkan teks dan meletakkan sesuatu dengan “tidak sempurna” berdasarkan praktek, lalu “membaginya” dengan sangat jelas, terukur dan benar pada prinsip keadilan untuk umat manusia, maka siapa pun yang berbicara tentang “menggugat” dan “menentang” hanya orang – orang yang “berenang” di air yang dangkal … kalau ia masih “mengugat” juga dengan istilah mengapa tidak ada pilihan tanya kembali pada manusianya, sejauh mana ia “berfikir” bukan “berpikir” … salam hangat dari saya ^^ … sepertinya sore menjelang senja saya ngalor ngidul lagi bicaranya … maaf kalau saya salah bicara. Kabuuuuuur aaaaaaah …. xixixixixixi^^

sumber foto dan penggalan kata di dalam ilustrasi di ambil dari : http://maskolis.blogspot.com/2011/05/darwin-compendium.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: